Usai Rampok Terus Main Judi Online

Kepolisian Polres Kulon Progo menangkap empat tersangka laki-laki Usai Rampok Terus Main Judi Online. Mereka  yang mengaku bermain judi casino online via aplikasi download pada smartphone.

Mereka ditangkap di sebuah warung di dusun Kalinongko RT64 / 32, Kalurahan Pagerharjo, Kecamatan Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo, Kamis (2020/03/12) di 12:30.

Usai Rampok Terus Main Judi Online Via Smartphone

Bertindak Wakil Komisaris Utama Kulon Progo Sudarmawan. Mengatakan bahwa judi dadu kali ini tidak manual lagi seperti dulu. Tapi bantuan aplikasi teknologi yang semakin canggih.

“Sekarang tidak panduan seperti dulu, yang harus diangkat dan diturunkan, tapi sekarang menggunakan aplikasi di HP bernama Dice Roller,” kata Sudarmawan dalam rilis kasus Kulon Progo di kantor polisi, Rabu (25/03/2020 ).

Sudarmawan menjelaskan, pihaknya menerima laporan dari warga bahwa ada kasus adegan perjudian. Pada 12:30 petugas kemudian pergi ke tersangka diner Agus Setiawan (33), di mana berkumpul empat tersangka judi dadu.

Ada enam kartu diletakkan di atas tikar. installer menaruh uang taruhan atas kartu sesuai dengan nomor yang dipilih. Kemudian kota akan membuka aplikasi Dice Roller, yang berdiam disadap untuk menjalankan dan akan berputar secara otomatis.

“Tersangka Febri Setiadi (23). Agustinus Pitayo (42). Widodo (42). dan Agus Setiawan. Mereka sebagai taruhan installer untuk menebak penampilan gambar yang akan muncul pada judi dadu casino online via HP. Jika Anda berhasil menebak, dapat uang yang dipertaruhkan, jika tidak, [uang] akan kembali ke kota. Jadi itu hanya kesempatan, “katanya.

Tertangkap Tersangka Pemain Judi Online

Dalam penangkapannya, mereka merebut buah dari Samsung smartphone aplikasi perak J50 dengan Judi online, dua tikar, enam lembar kartu, bersama dengan uang tunai untuk total Rp694.000.

Polres Kulon Progo menangkap empat tersangka laki-laki yang mengaku dadu judi penipuan perjudian aplikasi download pada smartphone. Mereka ditangkap di sebuah warung di dusun Kalinongko RT64 / 32, Kalurahan Pagerharjo, Kecamatan Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo, Kamis (2020/03/12) di 12:30.

Bertindak Wakil Komisaris Utama Kulon Progo Sudarmawan mengatakan bahwa judi dadu kali ini tidak manual lagi seperti dulu, tapi bantuan aplikasi teknologi yang semakin canggih.

“Sekarang tidak panduan seperti dulu, yang harus diangkat dan diturunkan, tapi sekarang menggunakan aplikasi di HP bernama Dice Roller,” kata Sudarmawan dalam rilis kasus Kulon Progo di kantor polisi, Rabu (25/03/2020 ).

Sudarmawan menjelaskan, pihaknya menerima laporan dari warga bahwa ada kasus adegan perjudian. Pada 12:30 petugas kemudian pergi ke tersangka diner Agus Setiawan (33), di mana berkumpul empat tersangka judi dadu casino online.

Ada enam kartu diletakkan di atas tikar. installer menaruh uang taruhan atas kartu sesuai dengan nomor yang dipilih. Kemudian kota akan membuka aplikasi Casino online, yang berdiam disadap untuk menjalankan dan akan berputar secara otomatis.

“Tersangka Febri Setiadi (23) bertindak sebagai kota Yang lain -. Agustinus Pitayo (42), Widodo (42), dan Agus Setiawan – sebagai taruhan installer untuk menebak penampilan gambar yang akan muncul pada dadu HP. Jika Anda berhasil menebak, dapat uang yang dipertaruhkan, jika tidak, [uang] akan kembali ke kota. Jadi itu hanya kesempatan, “katanya.

Dalam penangkapannya, mereka merebut buah dari Samsung smartphone aplikasi perak J50 dengan aplikasi judi online, dua tikar, enam lembar kartu, bersama dengan uang tunai untuk total Rp694.000.

Dalam kasus ini sempat juga terdapat kasus bos pengusaha casino online yang sempat tertangkap. Akibat dari itu bos pengusaha itu di jatuhi hukuman pidana.